Bab 22. Pertumbuh dan Perkembang (XII)

STANDAR KOMPETENSI :

Melakukan percobaan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan

KOMPETENSI DASAR :

Merencanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.

Apa yang akan dipelajari ?

  1. Membedakan ciri tumbuh dan berkembang
  2.  Mengidentifikasi faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan   pada tumbuhan
  3. Merencanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan pada tumbuhan secara diskusi
  4. Melaksanakan percobaan tentang pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan pada tumbuhan
  5. Membuat laporan hasil percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan
  6. Mempresentasikan hasil percobaan

Pendahuluan

Proses pertumbuhan dan perkembangan bagi makhluk hidup merupakan hal yang sangat penting. Misalnya pada manusia, dengan tumbuh dan berkembang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan melestarikan keturunannya. Sewaktu masih bayi, balita, dan anak kecil, manusia memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah sehingga mudah terserang penyakit. Tetapi, setelah tumbuh dan berkembang menjadi dewasa, daya tahan tubuhnya semakin kuat sehingga kelangsungan hidupnya lebih terjamin.

Tidak jarang makna pertumbuhan diartikan sama dengan perkembangan. Kedua istilah tersebut penggunannya acapkali dipertukarkan (Interchange) untuk makna yang sama, padahal sesungguhnya keduanya berbeda.umbuh dan berkembang adalah salah satu ciri organisme. Tumbuhan dan hewan , tumbuh dari kecil menjadi besar dan berkembang dari satu sel zygote menjadi embryo, kemudian menjadi satu individu yang lengkap,

Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran dan volume serta jumlah sel secara irreversible, yaitu tidak dapat kembali kebentuk semula.

Contohnya : bahwa perubahan dapat berbentuk pertambahan ukuran panjang atau tinggi maupun berat badan. Berat badan yang semula sekitar 3 Kg ketiga dilahirkan menjadi 8-9 Kg pada umur 6 bulan. Panjangnya bayi 50 cm ketika dilahirkan menjadi 60 cm pada umur 1 tahun diikuti oleh organ-organ tubuh lain yang mengalami perubahan ukuran, antara lain volume otak yang membawa akibat terjadinya perubahan kemampuan. Sunarto (2002; 39)

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan tanaman :

A. Faktor Luar

  1. Air dan Mineral  berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. Diferensiasi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak normal
  2. Kelembaban.
  3. Suhu  di antaranya mempengaruhi kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, yang berbeda untuk tiap jenis tumbuhan
  4. Cahaya  mempengaruhi fotosintesis. Secara umum merupakan faktor penghambat.
    Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap
    Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran.

B. Faktor Dalam

  1. Faktor hereditas.
  2. Hormon.

1)      Auksin
adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di ujung meristem apikal (ujung akar dan batang). F.W. Went (1928) pertama kali menemukan auksin pada ujung koleoptil kecambah gandum Avena sativa.
– membantu perkecambahan
– dominasi apical

2)     Sitokinin
Pertama kali ditemukan pada tembakau. Hormon ini merangsang pembelahan sel.

3)     Gas etilen
Banyak ditemukan pada buah yang sudah tua

4)     Asam absiat

5)     Florigen

6)     Kalin
Hormon pertumbuhan organ, terdiri dari :
– Rhizokalin pada akar
– Kaulokali pada batang
– Filokalin pada daun
– Antokalin pada bunga

7)     Asam traumalin atau kambium luka
Merangsang pembelahan sel di daerah luka sebagai mekanisme untuk menutupi luka

Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi.

Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.

Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu:

1. Pertumbuhan Primer

Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang.

Embrio memiliki 3 bagian penting :
a. tunas embrionik yaitu calon batang dan daun
b. akar embrionik yaitu calon akar
c. kotiledon yaitu cadangan makanan

Gambar 1.1 Embrio tumbuhan

Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer.

Gambar 1.2 auksanometer.

Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya tcrbagi menjadi 3 daerah
a. Daerah pembelahan
Sel-sel di daerah ini aktif membelah (meristematik)
b. Daerah pemanjangan
Berada di belakang daerah pembelahan
c. Daerah diferensiasi
Bagian paling belakang dari daerah pertumbuhan. Sel-sel mengalami
diferensiasi membentuk akar yang sebenarnya serta daun muda dan
tunas lateral yang akan menjadi cabang.

2. Pertumbuhan Sekunder

Proses pertumbuhan sekunder dimulai dari aktivitas  kambium pembuluh. Kambium ini membentuk pembuluh xilem primer ke arah dalam dan membentuk floem primer ke arah luar. Pada saat tersebut, pertumbuhan batang tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan batang pada pertumbuhan primer. Selanjutnya, pertumbuhan sekunder menambah lapisan pembuluh xilem sekunder dan floem sekunder. Setiap tahun, kambium pembuluh menambah lapisan xilem sekunder dan floem sekunder. Dengan demikian, kambium pembuluh menambah ukuran diameter akar dan batang.

Aktivitas  kambium pembuluh yang memperbesar diameter batang tidak dapat diimbangi oleh aktivitas epidermis (kulit)  dan korteks bagian luar. Akibatnya,  dibentuk lapisan gabus yang  menggantikan  fungsi epidermis. Lapisan gabus dewasa merupakan sel mati dan memiliki dinding tebal yang berlilin. Lapisan ini melindungi jaringan batang di bawahnya dari penguapan, kerusakan fisik, dan patogen. Lapisan gabus diproduksi oleh jaringan kambium gabus dari sel parenkim di korteks. Pada beberapa permukaan batang terdapat lentisel  Karena  lapisan gabus tidak me – mungkinkan terjadinya pertukaran gas.Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.

  1. Mula-mula kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kambium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer.
  2. Selanjutnya parenkim akar/batang yang terletak di antara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium intervasis.
  3. Kambium intravasis dan intervasis membentuk lingkaran tahun Þ bentuk konsentris.
  4. Kambium yang berada di sebelah dalam jaringan kulit yang berfungsi sebagai pelindung. Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara permbentukan xilem dan floem yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit.

– ke dalam membentuk feloderm : sel-sel hidup
– ke luar membentuk felem : sel-sel mati

2 thoughts on “Bab 22. Pertumbuh dan Perkembang (XII)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s