Bab 27. Mutasi (XII)

MUTASI

STANDAR KOMPETENSI :

Siswa mampu memahami konsep dasar dan prinsip- prinsip hereditas serta implikasinya pada salingtemas

KOMPETENSI DASAR :

Siswa mampu menjelaskan peristiwa mutasi dan implikasinya dalam Salingtemas

Apa yang akan dipelajari ?

 1.         Menjelaskan pengertian mutasi.
2.         Mengidentifikasi ragam mutasi pada gen dan kromosom.
3.         Menyebutkan penyebab mutasi.
4.         Menjelaskan keuntungan dan kerugian dari berbagai peristiwa Mutasi

Pendahuluan

Mutasi berasal dari kata mutatus berarti perubahan. Mutasi didefinisikan sebagai perubahan materi genetik (DNA) yang dapat diwariskan secara genetis pada keturunannya. Agen penyebab mutasi disebut mutagen. Makhluk hidup yang menyebabkan mutasi disebut mutan. Mutasi dimanfaatkan untuk menghasilkan variasi genetik sehingga diperoleh organisme yang unggul. Namun demikian, mutasi juga dapat menimbulkan kerugian, diantaranya kerusakan pada informasi genetik. Kerusakan tersebut dapat diwariskan dari generasi satu ke generasi berikutnya

1. Macam-macam Mutasi

Mutasi adalah perubahan materi genetik. Adapun organisme yang mengalami mutasi disebut mutan. Pada prinsipnya mutasi melibatkan tiga perubahan, yaitu perubahan struktur kromosom, perubahan jumlah kromosom setiap sel, dan perubahan pada molekul DNA dari satu genom. Berbagai jenis mutasi antara lain sebagai berikut.

  1. Mutasi berdasarkan tempatnya atau jenis sel yang mengalaminya
    terdapat mutasi germinal dan mutasi somatis.

1) Mutasi gametik/germinal

Mutasi yang terjadi pada sel gamet. Sel gamet yang mengalami mutasi akan mewariskan sifat mutasi tersebut pada keturunannya. Mutasi gametik disebut mutasi germinal. Bila mutasi tersebut menghasilkan sifat dominan, akan terekspresi pada keturunannya. Bila resesif maka ekspresinya akan tersembunyi.
Berdasarkan jenis kromosom yang mengalami mutasi pada sel gamet:
a) Mutasi autosoma

Mutasi sel kelamin yang terjadi pada kromosom autosom. Mutasi jenis ini menghasilkan mutasi yang dominan dan mutasi yang resesif.

b) Mutasi tertaut kelamin

Mutasi sel kelamin yang terjadi pada kromosom seks (kromosom kelamin), berupa tertautnya beberapa gen dalam kromosom kelamin

2) Mutasi somatic

Mutasi somatik adalah mutasi yang terjadi pada sel tubuh (sel somatik). Mutasi yang terjadi pada sel somatik bersifat tidak diwariskan secara genetik. Mutasi somatik dapat dialami oleh embrio/janis maupun orang dewasa.
a) Mutasi somatik pada embrio/janin menyebabkan cacat bawaan.
b) Mutasi somatik pada orang dewasa cenderung menyebabkan kanker.

  1. b.  Mutasi berdasarkan arahnya

Berdasarkan arahnya, mutasi terbagi menjadi mutasi maju dan mutasi mundur.

1) Mutasi maju atau forward mutations, yaitu mutasi dari fenotipe normal menjadi abnormal.

2) Mutasi balik atau back mutations, yaitu peristiwa mutasi yang dapat mengembalikan dari fenotipe tidak normal (abnormal) menjadi fenotipe normal.

  1. c.  Mutasi berdasarkan jenisnya

Berdasarkan jenisnya, mutasi terbagi menjadi mutasi kromosom dan mutasi gen.
1) Mutasi kromosom

Mutasi kromosom (aberasi kromosom) dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu aberasi kromosom yang melibatkan struktur kromosom meliputi perubahan jumlah gen, susunan gen, dan aberasi kromosom akibat penyimpangan jumlah kromosom.
a) Perubahan Jumlah Gen dalam Kromosom

(1) Delesi

Delesi atau defisiensi adalah peristiwa hilangnya sebagian kromosom karena patah. Delesi dapat menyebabkan sindrom tri-du cat. Delesi dapat dibedakan menjadi beberapa macam antara lain sebagai berikut.

6 thoughts on “Bab 27. Mutasi (XII)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s