Bab 14. Struktur Hewan dan Manusia (XI)

STANDAR KOMPETENSI :

2.1    Siswa mampu mengintreprestasikan organisasi seluler serta mengkaitkan struktur jaringan dan fungsi sistem organ tumbuhan, hewan dan manusia serta penerapannya dalam konteks sains lingkungan teknologi dan masyarakat

KOMPETENSI DASAR :

Mendeskripsikan struktur dan fungsi jaringan hewan vertebrata dan    mengkaitkannya dengan fungsinya

Apa yang akan dipelajari ?

  1. Menggambarkan berbagai macam jaringan berdasar hasil pengamatan
  2. Mengidentifikasi struktur masing-masing jaringan  berdasarkan gambar hasil pengamatan dan kajian
  3. Menunjukkan macam jaringahn berdasar lokasinya
  4. Mengenal fungsi masing-masing jaringan hewan
  5. Menjelaskan fungsi masing-masing jaringan berdasarkan struktur

PENDAHULUAN

A.     STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN  PADA HEWAN

     Dilihat dari segi jumlah sel, hewan dapat dibagi menjadi Protozoa (hewan bersel satu) dan Metazoa (hewan bersel banyak). Pada hewan bersel banyak (termasuk manusia), kumpulan sel-sel yag memiliki bentuk dan fungsi yang sama akan membentuk jaringan, jaringan jaringan yang berbeda akan bergabung membentuk organ tubuh, organ-organ tubuh akan bergabung membentuk sistem organ tubuh, sistem organ tubuh akhirnya akan bergabung membentuk organisme (hewan).Ilmu yang mempelajari yentang jaringan disebut Histologi. Berikut  urutan tingkat Organisasi struktural kehidupan mulai dari tingkat sederhana ke  kompleks :

Sel ’jaringan ’organ ’sistem organ ’individu

JARINGAN EMBRIONAL

Jaringan embrional, merupakan jaringan dari hasil pembelahan sel zigot.,mengalami spesialisasi menjadi 3 lapisan jaringan (triploblastik), lapisan luar, ektoderm, lapisan tengah, mesoderm dan lapisan dalam entoderm.

Contoh hewan triploblastik : Annelida, Mollusca, Arthropoda, Chordata.
Atau menjadi 2 lapisan jaringan (diploblastik), lapisan ektoderm dan endoderm.

Contoh hewan diploblastik : Coelenterata.

Lapisan-lapisan jaringan tersebut di atas kemudian akan berkembang menjadi organ-organ tubuh dari suatu hewan.

1.   Macam-macam jaringan pada hewan

A. :Jaringan epithelium

B. Jaringan penyokong / ikat, antara lain:

1). Jaringan pengikat

2). Jaringan lemak

3). Jaringan tulang dan tulang rawan

4). Jaringan transport

C. Jaringan otot, macamnya:

1). Otot polos

2). Otot lurik

3).Otot jantung

D. Jaringan syaraf

  1. Jaringan Epithelium

Epithel adalah sekelompok jaringan yang menutupi atau melapisi seluruh permukaan, rongga dan saluran tubuh. Fungsi jaringan epithelium dan edotelium adalah melindungi bagian luar tubuh dan melapisi organ dan rongga dalam tubuh

 

1)     Berdasarkan strukturnya, jaringan epithel dibedakan :

No

Macam Epithel

Gambar

Lokasi

1 Epithel pipih selapis   Epithel pembulu darah, peritoneum, pembulu limpa, alveolus kapsul, glomerulus
2 Epithel pipih berlapis banyak   Epithel rongga mulut, rongga hidung, vagina, anus, oesophagus, kulit, telapak kaki.
3 Epithel kubus selapis   Epithel nefron ginjal, permukaan ovarium

4. Epithel kubus berlapis Epithel usus, lambung, kelenjar keringat, buah zakat, indung telur.

Gambar : Epithel kubus berlapis

5. Epithel silindris selapis Epithel jonjot usus kecil,  uterus,kelenjar pencernaan, kantong empedu6Epithel selindris berlapis banyak berselia Epithel rongga hidung, laring, trakea, bronkus, kelenjar ludah7Epithel peralihan / transisional Epithel kantung air seni, ureter.

Gambar silindris selapis

2). Berdasarkan fungsinya , jaringan Epithelium dibedakan menjadi :

  1. Epithel Proteksi / pelindung, contoh, Epithel pada kulit, berfungsi melindungi jaringan dibawahnya.
    1. Epithel absorsi / penyerapan, contoh Epithel pada usus dan nefron ginjal.
    2. Epithel sensori / Indra, contoh Epithel sensori pada alat-alat indra,berfungsi menerima rangsang.
    3. Epithel sekresi / kelenjar, contoh, Epitel kelenjar keringat, tiroid, berfungsi menghasilkan getah.

b.    Jaringan Penyokong / jar. ikat

1)     Jaringan Pengikat

Berfungsi mengikat dan menyokong jaringan lainnya

Dibawah ini table macam-macam jaringan pengikat:

No Macam Gambar Struktur Fungsi
1 Jaringan pengikat longgar   -     Matriks: tersusun serat longgar, macam seratnya kolagen, elastis, retikuler

-     Contoh fibroblast, makrofagMengikat jaringan Epitheliumdengan jaringan dibawahnya agar organ tetap ditempatnya.2Jaringan Pengikat padat –     Matriks: tersusun serat pada paralel, macam seratnya kolagen nonelastis.

-     Contoh:  Selaput Urat, Ligamen, Tendon.

Menghubungkan berbagai organ, melindungi dan menyokong organ.

2). Jaringan Lemak/ Adiposa

Tersusun sel-sel lemak, fungsi jaringan lemak ini menyimpan energi/cadangan makanan, bantalan lemak, melindungi tubuh dari kehilangan panas.

Gambar jaringan lemak3). Jaringan Tulang

Jaringan Tulang ada :

a). Jaringan Tulang rawan ( kartilago )

b). Jaringan Tulang Keras

a). Jaringan Tulang rawan ( kartilago )

Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari jaringan embrional yang disebut mesenkim, pada orang dewasa berasal dari selaput tulang rawan atau perikondrium yang banyak mengandung kondroblas atau pembentuk sel-sel tulang rawan. Fungsinya untuk menyokong kerangka tubuh.

Ada 3 macam jaringan tulang rawan :

a)     Kartilago Hialin

Matriksnya bening kebiruan. Terdapat pada permukaan tulang sendi, cincin tulang rawan pada batang tenggorok dan cabang batang tenggorok, ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada dan pada ujung tulang panjang.

Kartilago hialin merupakan bagian terbesar dari kerangka embrio juga membantu pergerakan persendian, menguatkan saluran pernafasan, memberi kemungkinan pertumbuhan memanjang tulang pipa dan memberi kemungkinan tulang rusuk bergerak saat bernafas

Gbr. Kartilago hialin

b).Kartilago Fibrosa

Matriksnya berwarna gelap dan keruh. Jaringan ini terdapat pada perekatan ligamen-ligamen tertentu pada tulang, persendian tulang pinggang, pada calmam antar ruas tulang belakang dan pada pertautan antar tulang kemaluan kiri dan kanan. Fungsi utama untuk memberikan proteksi dan penyokong.

Gbr. Kartilago fibrosa
(dari tulang lutut manusia).

c).Kartilago elastik
Matriksnya berwarna keruh kekuning-kuningan. Jaringan ini terdapat pada dawn telinga, epiglottis, pembuluh eustakius dan laring.

Gbr. Kartilago Elastik
(dari telinga  manusia).

b). Jaringan Tulang

Jaringan tulang terdiri dari sel-sel tulang atau osteon yang tersimpan di dalam matriks, matriksnya terdiri dari zat perekat kolagen dan endapan garam-garam mineral terutama garam kalsium (kapur). Tulang merupakan komponen utama dari kerangka tubuh dan berperan untuk melindungi alat-alat tubuh dan tempat melekatnya otot kerangka.

Tulang dapat dibagi menjadi 2 macam :

1). Tulang keras, bila matriks tulang rapat dan padat.
Contoh : tulang pipa.

 

Gbr. Tulang keras .

2). Tulang spons, bila matriksnya berongga.
Contoh : tulang pendek.

Gbr. Tulang spons .

4). Jaringan transport / Jar Pengangkut

Fungsi jaringan ini untuk mengangkut hasil dan sisa metabolisme dan mengangkut O2 dan CO2.

Ada 2 :

a). Jaringan Darah

b).  Jaringan Limfe/Getah Bening

a). Jaringan Darah

Darah merupakan alat transportasi utama bagi tubuh kita.  karena adanya jantung, pembuluh darah dan darah itu sendiri. Darah melarutkan bermacam zat makanan, sisa metabolisme, oksigen, karbon dioksida,dan bahan-bahan lain yang dipompa jantung melewati pembuluh-pembuluhdarah ke seluruh tubuh.tersusun oleh plasma darah (terdiri atas air dan beberapa bahan yang terlarut) dan sel-sel darah (sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah).

Sel darah merah selain berperan dalam pengangkutan oksigen dan karbon dioksida juga merupakan dasar penggolongan darah.

Sel darah putih berfungsi sebagai alat pertahanan tubuh dari berbagai penyakit sedangkan keping darah berperan dalam pembekuan darah.

Darah selalu berada dalam pembuluh darah, maka peredaran darah manusia disebut peredaran darah tertutup.

Darah mempunyai fungsi sebagai berikut :

1.   Mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh plasma darah

2.   Mengangkut sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh yang dilakukan oleh plasma darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru, urea dikeluarkan melalui ginjal

3.   Mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu (endokrin) yang dilakukan oleh plasma darah.

4.   Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh sel-sel darah merah

5.   Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh sel darah putih

6.   Menutup luka yang dilakuakn oleh keping-keping darah

7.   Menjaga kestabilan suhu tubuh.

Struktur darah tersusun atas :

  1. Plasma darah
  2. Keping-keping darah (trombosit)
  3. Sel-sel darah
  1. Plasma darah

Komponen terbesar adalah air, berperan mengangkut sari makanan, hormon, zat sisa hasil metabolisms, antibodi dan lain-lain.

  1. Keping-keping darah (trombosit)

Berfungsi dalam proses pembekuan darah

  1. Sel-sel darah

Dibagi menjadi sel darah merah (eritrosit) berfungsi untuk mengangkut oksigen dan sel darah putih (lekosit) berfungsi untuk melawan benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Gbr. Bagian2 Darah Manusia

b).  Jaringan Limfe/Getah Bening

Asal jaringan limfe adalah bagian dari darah yang keluar dari pembuluh darah, komponen terbesarnya adalah air dimana terlarut zat-zat antara lain glukosa, garam-garam, asam lemak. Komponen selulernya adalah limfosit.

Jaringan limfe menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh limfe. Fungsi jaringan limfe selain untuk kekebalan tubuh (adanya limfosit) juga untuk mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem pembuluh darah

Gbr. Jaringan Limfe pada  Manusia

c. Jaringan otot,

Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi. Kontraksi otot dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat memanjang dan memendek. Jaringan otot ini terdiri dari sel-sel otot. Sel-sel otot yang ada dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu sel otot lurik, sel otot polos, dan sel otot jantung.

1.   Sel otot lurik

Sel otot ini dinamai sel otot lurik karena miofibrilnya tersusun tidak homogen sehingga membentuk garis-garis lurik pada jaringan otot. Bentuk sel otot lurik adalah silinder dengan nukleus yang banyak. Nukleus-nukleus ini terletak di pinggir. Sel otot lurik sifatnya sadar  (Volunter ) dan tidak tahan lelah. Sel otot lurik melekat pada rangka tubuh. Karena melekat pada rangka tubuh, sel otot lurik juga sering disebut sel otot rangka

 

Gbr. Otot Lurik

2. Sel otot polos

Sel otot ini dinamai sel otot polos karena memiliki miofibril yang homogen. Bentuknya adalah gelendong dengan satu nukleus di tengahnya. Sel otot polos sifatnya tidak sadar dan tahan lelah. Sel otot polos terdapat pada organ-organ dalam tubuh seperti ginjal, uterus, organ reproduksi wanita dan pria, organ sistem pencernaan, organ sistem pernapasan, iris mata, dan pembuluh darah. Sel otot ini juga dikenal dengan nama sel otot involunter.

Gbr. Sel Otot Polos

3. Sel otot jantung

Sel otot ini dinamai sel otot jantung karena hanya ditemui pada jantung. Bentuknya seperti anyaman yang bercabang-cabang.  Miofibrilnya tersusun tidak homogen sehingga terlihat berlurik-lurik, mirip dengan sel otot lurik.  Sel otot jantung sifatnya tidak sadar dan sangat tahan lelah. Sel otot jantung inilah yang berperan dalam pemompaan darah oleh jantung.

Gbr. Sel Otot jantung

d.    Jaringan Syaraf.

Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. tiap neuron/sel saraf terdiri atas badan sel saraf, cabang dendrit dan cabang akson, cabang-cabang inilah yang menghubungkan tiap-tiap sel saraf sehingga membentuk jaringan saraf.fungsi susunan saraf ini menerima rangsang dari lingkungan dan dalam kemudian dianalisis dan di intregasi untuk menghasilkan respon.Fungsi susunan saraf ini tergantung sifat neuron.

Macam neuron berdasarkan fungsinya :

  1. Neuron sensoris : Menghantarkan rangsang dari reseptor ke pusat saraf.
  2. Neuron motorik   : Menghantarkan tanggapan terhadap rangsang  dari pusat saraf ke efektor.
  3. Neuron konektor  : Menghantarkan rangsang dari neuron satu ke neuron lainnya.
  4. Neuron adjustor  : Menghubungkan antara neuron sensorik dengan neuron motorik.

Gbr. Sel Syaraf

  1. B.    Organ dan sistem organ

Kumpulan beberapa jaringan yang berbeda membentuk alat tubuh (organ tubuh), sedangkan kumpulan organ membentuk system organ.

Contoh : Organ usus halus, lambung, jantung, paru-paru dan lain-lain.

Saluran usus halus mempunyai 4 lapisan fungsional antara lain :

  1. Mukosa, tersusun : lapisan epithel, penyokong, lapisan tipis otot polos menghasilkan gerakan setempat.
  2. Submukosa, tersusun : lapisan kolagen longgar menyokong mukosa dan mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe dan saraf.
  3. Muskularis propia, dinding ototnya terdiri otot polos sirkuler dan longitudinal merupakan dasar konteraksi peristaltik.
  4. Adventisia, tersusun lapisan luar jaringan penyokong longgar, saraf, lemak.

Gbr. Penampang lintang usus halus

Sistem organ dan komponennya

Sistem Organ

Komponen Utama

Pencernaan / Digestoria Mulut, faring, osophagus, lambung, usus halus, hati, pancreas, anus
Sirkulasi Jantung, pembuluh darah, darah
Respirasi Paru-paru, trakea, pipa pernafasan lain
Kekebalan dan limfatik Sumsum tulang, nodus limfa, timus, limfa, pembuluh limfa,sel darah putih
Eksresi / Uropoitica Ginjal, ureter, kandung kemih, uretra
Endokrin Pituitari, tiroid, pancreas, kelenjar penghasil hormone lain
Reproduksi / genetalia Ovarium, testis, dan organ-organ terkait
Saraf Otak, sumsum tulang belakang, saraf, organ sensorial
Integumen Kulit, rambut, kuku, kelenjar kulit
Kerangka Kerangka
Otot Otot rangka

C. Jaringan dalam konteks Sains, Teknologi dan Masyarakat

Pemanfaatan jaringan sudah dilakukan masyarakat industry penyamakan kulit untuk menghasilkan tas, sepatu, sabuk dan asesoris lain dengan bahan kulit, dan akibat kemajuan perkembangan yang positif dibidang sains dan teknologi jaringan dapat digunakan dalam pembentukan Hormon Insulin sebagai cara pengobatan penderita Diabetes Melitus, transplantasi kulit bagi penderita luka bakar yang sangat dalam.

Majalah Intisari edisi juni 2002 pertama kalinya sel kulit dibuat dari lapisan tanduk ( kulit terluar ) di laboratorium, kemudian dalam perkembangan selanjutnya di Havard Medical Scool di Boston, AS menempatkan sel-sel kulit luar manusia itu pada sel kulit luar tikus, ternyata berkembang subur.

Kulit manusia seluas 1,8 m2 apabila mengalami luka bakar sampai menembus tulang (stadium tiga) dengan pemanfaatan teknologi dapat dipulihkan yaitu dengan cara transpalantasi kulit. Caranya kulit dikupas tipis menggunakan alat penyerut khusus (dermatom) kulit kemudian dibiakkan untuk menghasilkan kulit baru yang kelak ditranspiantasikan pada korban luka bakar.

4 thoughts on “Bab 14. Struktur Hewan dan Manusia (XI)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s