2. Klasifikasi Makhluk Hidup ( X )

STANDAR KOMPETENSI :

Siswa mampu memahami prinsip-prinsip pengelompokkan makhluk hidup

KOMPETENSI DASAR :

1.1.  Siswa mampu memahami ruang lingkup biologi
1.2.  Siswa mampu mengkomunikasikan mempelajari biologi
        berdasarkan pengamatan

Apa yang akan dipelajari ?

  1. Hakekat Biologi sebagai sebagai ilmu.
  2. Organisasi kehidupan tingkat molekul dan sel
  3. Organisasi kehidupan tingkat jaringan dan organ
  4. Organisasi kehidupan tingkat individu dan populasi
  5. Organisasi kehidupan tingkat ekosistem
  6. Peranan ilmu biologi bagi kehidupan manusia

PENDAHULUAN

 

A. PENGERTIAN KLASIFIKASI

Klasifikasi adalah pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan persamaan ciri (keseragaman), perbedaan ciri (keanekaragaman), berdasarkan ciri mortologi, fisiologi dan anatomi.  cara hidup, tempat hidup, daerah penyebaran, dan sebagainya, makin banyak persamaan ciri, makin dekat hubungan kekerabatan
B. DASAR-DASAR KLASIFIKASI
Dasar yang digunakan dalam klasifikasi antara lain : berdasarkan persamaan, berdasarkan perbedaan, berdasarkan manfaat, berdasarkan ciri morfologi dan anatomi, berdasarkan ciri biokimia, atau ciri yang lain. Contoh : Berdasarkan ukuran tubuhnya, Tumbuhan dikelompokan menjadi : pohon, perdu dan semak. Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya, Tumbuhan dikelompokan menjadi tumbuhan yang hidup dilingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup dilingkungan air (hidrofit) dan tumbuhan yang hidup dilingkungan lembab (higrofit). Berdasarkan manfaatnya, Tumbuhan dikelompokan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias dsb. Berdasarkan jenis makanannya, Hewan dikelompokan menjadi : hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora) dan hewan pemakan keduanya (omnivora)
C. TUJUAN KLASIFIKASI
Tujuan dilakukannya klasifikasi atau pengelompokan makhluk hidup, antara lain untuk :Menyederhanakan obyek studi, sehingga mempermudah dalam mempelajari. mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup maupun manfaatnya.mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya. mengetahui hibungan kekerabatan antar makhluk hidup,mengetahui perkembangan evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia.
D. PROSES DAN HASIL KLASIFIKASI
Kegiatan klasifikasi berupa pembentukan kelompok-kelompok dengan cara mencari keseragaman dalam keanekaragaman. Berbagai jenis makhluk hidup dikelompokkan dalam satu kelompok jika memiliki kesamaan sifat dan ciri-ciri. Kelompok yang warganya mempunyai sedikit persamaan ciri, jumlah warganya lebih besar dari pada kelompok warganya mempunyai banyak persamaan ciri. Makhluk berkaki empat (memiliki satu persamaan) lebih besar warganya dibanding dengan kelompok makhluk yang berkaki empat dan pemakan rumput (memiliki dua persamaan). Nama-nama kelompok (takson) dari yang beranggotakan banyak (sedikit persamaan ciri), berturut-turut dapat dilihat dalam tabel berikut.
Untuk Tumbuhan
Untuk Hewan
Dalam Bahasa Indonesia
Regnum
Kingdom
Dunia (kerajaan)
Divisio
Phylum
Divisi (filum)
Classis
Classis
Kelas
Ordo
Ordo
Bangsa
Familia
Familia
Suku
Genus
Genus
Marga
Species
Species
Spesies (jenis)
Tiga katagori takson yang dalam praktek sehari-hari banyak dipakai adalah spesies, genus dan familia. Batasan dari ketiga takson tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Jenis (species), merupakan sekelompok individu yang memiliki sifat morfologi, anatomi dan fisiologi yang sama. Makhluk hidup sejenis memiliki jumlah kromosom yang sama. Perbedaan ciri yang nampak pada makhluk sejenis disebabkan oleh perbedaan susunan gen pada kromoson.
  2. Marga (genus), merupakan takson yang mencakup sejumlah jenis yang menunjukkan persamaan struktur alat reproduksinya.
  3. Suku (familia), merupakan takson yang meliputi sejumlah marga dengan jenis yang berasal dari nenek moyang yang sama.
E. PERKEMBANGAN SISTEM KLASIFIKASI
Sistem Klasifikasi makhluk hidup telah dikenal sejak zaman dulu. Ahli filosof Yunani, Aristoteles (384-322 SM) mengelompokkan makhluk hidup ke dalam dua kelompok besar yaitu kelompok hewan (animalia) dan kelompok tumbuhan (plantae), namun keberadaan organisme mikroskopis belum dikenal pada saat itu. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus mengalami kemajuan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.  Sistem klasifikasi makhluk hidup dikelompokan dalam satu-satuan kelompok besar yang disebut kingdom. Sistem kingdom yang pertama diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus. Sistem kingdom pun terus mengalami perubahan dan perbaikan hingga sekarang dan sering menjadi pro dan kontra bagi para ilmuwan.
1. Sistem Dua kingdom
Sistem yang  dikembangkan oleh ilmuwan Swedia yaitu Carolus Linnaeus tahun 1735. Makhluk hidup dibagi menjadi
2 kingdum yaitu Kingdom Animalia (Dunia Hewan), Ciri–ciri : memiliki dinding sel, berklorofil, mampu berfotosintesis Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan), Ciri–ciri : tidak memiliki dinding sel, tidak berklorofil, mampu bergerak bebas.
Tata Nama Biner. Sistem tata nama yang terkenal adalah sistem dwi-tata nama (binominal nomenklatur) atau tata nama biner yang dikemukakan oleh Carolus Linnaeus. Berikut ini dijelaskan ketentuan-ketentuan untuk memberi nama takson tingkat jenis, marga dan suku.

1. Nama Jenis (Species)

Nama jenis untuk hewan maupun tumbuhan harus terdiri atas dua kata tunggal (mufrad) yang sudah dilatinkan. Misalnya, tanaman jagung nama spesiesnya (jenis) Zea Mays. Burung merpati nama spesiesnya Columbia livia. Kata pertama merupakan nama marga (genus), sedangkan kata kedua, merupakan petunjuk spesies atau petunjuk jenis. Dalam penulisan nama marga, huruf pertama dimulai dengan huruf besar, sedangkan nama petunjuk jenis, seluruhnya menggunakan huruf kecil. Selanjutnya setiap nama jenis (spesies) makhluk hidup ditulis dengan huruf cetak miring atau digaris-bawahi agar dapat dibedakan dengan nama atau istilah lain.Nama Contoh yang lain nama jenis badak jawa adalah Rhinoceros sondaicus, nama jenis tanaman karet adalah Hevea brasiliensis.

2. Nama Marga (Genus)

Nama marga tumbuhan maupun hewan terdiri atas suku kata yang merupakan kata benda berbentuk tunggal (mufrad). Huruf pertamanya ditulis dengan huruf besar. Contoh, marga tumbuhan Solanum (terong-terongan), marga hewan Felis (kucing), dan sebagainya.

3. Nama Suku (Familia)

Nama suku diambil dari nama marga yang ditambah akhiran acceae untuk tumbuhan dan ditambah idae untuk hewan. Contoh nama suku untuk tanaman terung-terungan adalah Solanacceae, contoh nama suku hewan kucing adalah Felidae. Solanacceae berasal dari nama marga Solanum ditambah akhiran acceae, Felidae berasal dari nama warga Felis ditambah akhiran idae. Di bawah ini adalah contoh beberapa organisme dengan kedudukannya di dalam klasifikasi.
Takson
Padi
Harimau India
Amoeba
Dunia
Tumbuhan
Hewan
Protista
Divisi (Filum)
Spermatophyta
Chordata
Protozoa
Kelas
Monocotylae
Mamalia
Sarcodina
Bangsa
Poales
Carnivora
Amoebina
Suku
Poaceae
Felidae
Amebidae
Marga
Oryza
Felis
Amoeba
Spesies
Oryza sativa
Felis tigris
Amoeba proteus
2. Sistem Tiga Kingdom
Kingdom Animalia (Dunia Hewan), Ciri : heterotrof, eukariot multiseluler Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan), Ciri : autotrof, eukariot multiseluler, reproduksi dengan spora Kingdom Protista (Organisme bersel satu atau uniseluler dan organisme multiseluler sederhana). Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Jerman (Ernst Haeckel) tahun 1866.
3. Sistem Empat Kingdom
Kingdom Animalia (Dunia Hewan) Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan) Kingdom Protista Kingdom Monera, ciri-ciri memiliki inti tanpa membran inti (prokariotik) Sistem Ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika (Herbert Copeland) tahun 1956. 4. Sistem Lima Kingdom
Kingdom Monera Kingdom Protista Kingdom Fungi (Dunia Jamur), Ciri : eukariotik, heterotrof, tidak berklorofil, dinding sel dari zat kitin. Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan) Kingdom Animalia (Dunia Hewan) Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika (Robert H. Whittaker) tahun 1969.
5. Sistem Enam Kingdom
Pada tahun 1970-an seorang mikrobiologi bernama Carl Woese dan peneliti lain dari university of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok tersebut dinamakan Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokraiot. Hal itu menyebabkan terciptanya sistem klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari anggota kingdom Monera lain yang kemudaian disebut Eubacteria. Kingdom Animalia (Dunia Hewan) Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan) Kingdom Protista Kingdom Mycota (Dunia Jamur) Kingdom Eubacteria Kingdom Archaebacteria Namun hingga sekarang yang diakui sebagai sistem klasifikasi standar adalah sistem Lima Kingdom yang ditemukan oleh Whittaker. Berikut ini adalah ciri-ciri umum organisme yang masuk ke dalam klasifikasi 5 kingdom.
a. MONERA
Monera adalah mahkluk hidup yang tidak membran inti (organisme prokariot). Meskipun tidak memiliki membran inti, organisme ini memiliki bahan inti. Bahan inti itu berupa asam inti atau DNA (deoxyribo nucleic acid atau asam deoksiribonukleat). Kelompok Monera ini terdiri dari Eubacteria (selama ini kita mengenalnya sebagai bakteri) dan Archaebacteria (bakteri yang hidup pada habitat ekstrim).
b. PROTISTA
Protista adalah kingdom mahkluk hidup yang terdiri dari satu sel atau banyak sel yang memiliki membran inti (organisme eukariot). Protista dikelompokan secara seerhana seperti protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga), dan protista mirip jamur.
c. FUNGI (JAMUR)
Fungi atau jamur merupakan kingdom mahkluk hidup yang tidak memiliki kloroplas. Tubuh jamur ada yang terdiri dari satu sel, berbentuk benang, atau tersusun dari kumpulan benang. Dinding selnya terdiri dari zat kitin. Oleh karena itu jamur tidak dapat dikelompokkan dalam dunia hewan atau tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota).
d. PLANTAE (TUMBUHAN)
Plantae atau kingdom tumbuhan adalah mahkluk hidup bersel banyak yang mempunyai kloroplas. Di dalam kloroplas terkandung klorofil. Oleh karena memiliki klorofil, maka tumbuhan dapat melakukan fotosintesis. Sel tumbuhan termasuk eukariot (memiliki membran inti) dan dinding selnya tersusun dari selulosa. Tumbuhan umumnya memiliki akar, batang, dan daun, kecuali beberapa jenis tumbuhan yang memiliki akar semu (rizoid), seperti pada briophyta (tumbuhan lumut). Perkembangbiakan tumbuhan terjadi secara kawin maupun tak kawin. Tumbuhan terdiri dari tumbuhan lumut (Bryophyta), tumbuhan paku (Pteridophyta), tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae), dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
e. ANIMALIA
Animalia adalah kingdom hewan. Sel-selnya mempunyai membran inti (eukariot) dan tidak memiliki kloroplas. Selain itu sel hewan tidak memiliki dinding sel. Berbeda dengan tumbuhan, hewan dapat bergerak aktif dan memiliki sitem saraf. Pembagian hewan berdasarkan :
1. Makanannya :

a). Herbivore  Adalah golongan hewan pemakan tumbuhan hijau. Memiliki gigi geraham depan (dens premolare) dan geraham belakang (dens molare) yang kuat dan banyak. Memiliki gigi seri (dens incisivus) yang tajam. Tidak mempunyai gigi taring (dens caninus). Memiliki enzim selulase.

Contoh : Hewan Mammalia yang hidup di padang rumput.
  1. Carnivore Adalah golongan hewan pemakan daging. Memiliki gigi taring (dens caninus) yang tajam. Memiliki kuku yang tajam Memiliki sisi rahang dan ujung gigi geraham yang saling bertemu. Ex : Singa, Harimau, Kucing, Buaya dll.
  2. Omnivore  Adalah golongan gewan pemakan daging dan tumbuhan hijau (pamakan segala). Memiliki sifat perpaduan antara herbivore dan carnivore. Ex : Musang, Beruang, Ayam, Tikus dll.
  3. Insectivore  Adalah golongan hewan pemakan serangga. Ex : Cecak, Kadal,Bunglon, Kelelawar dll.
2. Ada tidaknya tulang belakang :
  1. Invertebrata yaitu golongan hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. Dibagi menjadi 9 phyllum/filum yaitu :
1)   Porifera (hewan berpori), contoh : Spongia sp/hewan spon.
2)   Coelenterata (hewan berongga), contoh : Hydra viridis, Aurelia aurita (ubur-ubur).
3)   Platyhelminthes (cacing pipih), contoh : Planaria maculate, Tania saginat (cacing pita) pada manusia dan sapi.
4)   Nemathelminthes (cacing gilig), contoh : Ascaris lumbricoides, Acylostoma duodenale/cacing tambang pada usus duabelas jari manusia.
5)   Annelida (cacing gelang), contoh : Hirudo medicinalis/lintah, Lumbricus terrestris (cacing tanah).
6)   Mollusca (hewan bertubuh lunak), contoh : Achatina fulica/siput, Octopus sp (gurita).
7)   Arthropoda (hewan berbuku-buku), dibagi menjadi 4 kelas yaitu : a) Insect (serangga), contoh : Hetaerina america/capung, b) Crustacea (udang-udangan), contoh : Ceonobita clypeatus (kelomang) c) Arachnida (laba-laba), contoh : Eurypelma californica (laba-laba) d) Myriapoda (lipan), contoh : Scolopendra subspinipes/kelabang (lipan)
8) Echinodermata (hewan berkulit duri), dibagi menjadi 5 kelas yaitu : a) Asteriodea (bintang laut), contoh : Dermaterias imbricate dan     Asterias vulgaris (bintang laut)   b) Echinoidea (landak laut), contoh : Diadema antillarum (landak laut),       Echinos esculentus (bulu babi berbulu pendek) c) Holothuroidea (teripang), contoh : Holothuria scabra (teripang),       Curcuma planci (mentimun laut). d) Crinoidea (lilia laut), contoh : Lamprometra palmata (lilia laut),
b. Vertebrata yaitu golongan hewan yang mempunyai ruas-ruas tulang      belakang. dibagi menjadi 5 kelas yaitu :
1) Pisces (ikan), contoh : Osteoglossum bicirhosum (ikan Arwana).
2) Amphibia (katak), contoh : Rana sp
3) Reptilia (hewan melata/merayap), contoh : ular, kadal, bunglon
4) Aves (unggas), contoh : Aquila achrysaeto (rajawali)
5) Mammalia (hewan memiliki kelenjar mammae), contoh : sapi,kambing, Orang Utan
F. MACAM-MACAM SISTEM KLASIFIKASI
1. Klasifikasi Sistem Alami
Klasifikasi sistem alami dirintis oleh Michael Adams dan Jean Baptiste de Lamarck. Sistem ini menghendaki terbentuknya kelompok-kelompok takson yang alami. Artinya anggota-anggota yang membentuk unit takson terjadi secara alamiah atau sewajarnya seperti yang dikehendaki oleh alam. Klasifikasi sistem alami menggunakan dasar persamaan dan perbedaan morfologi (bentuk luar tubuh) secara alami atau wajar.  Contoh, hewan berkaki dua, berkaki empat, tidak berkaki, hewan bersayap, hewan bersirip, hewan berbulu, bersisik, berambut dan lain-lain. Sedangkan pada tumbuhan, ada kelompok tumbuhan berkeping biji satu, berkeping biji dua.
2. Klasifikasi Sistem Buatan (Artifisial)
Sistem Artifisial adalah klasifikasi yang menggunakan satu atau dua ciri pada makhluk hidup. Sistem ini disusun dengan menggunakan ciri-ciri atau sifat-sifat yang sesuai dengan kehendak manusia, atau sifat lainnya. Misalnya klasifikasi tumbuhan dapat menggunakan dasar habitat (tempat hidup), habitus atau berdasarkan perawakan (berupa pohon, perdu, semak, ternak dan memanjat). Tokoh sistem Artifisial antara lain Aristoteles yang membagi makhluk hidup menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan (plantae) dan hewan (animalia). Ia pun membagi tumbuhan menjadi kelompok pohon, perdu, semak, terna serta memanjat. Tokoh lainnya adalah Carolus Linnaeus yang mengelompokkan tumbuhan berdasarkan alat reproduksinya.
3. Klasifikasi Sistem Filogenetik
Klasifikasi sistem filogenetik muncul setelah teori evolusi dikemukakan oleh para ahli biologi. Pertama kali dikemukakan oleh Charles Darwin pada tahun 1859. Menurut Darwin, terdapat hubungan antara klasifikasi dengan evolusi. Sistem filogenetik disusun berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan antara takson yang satu dengan yang lainnya. Selain mencerminkan persamaan dan perbedaan sifat morfologi dan anatomi maupun fisiologinya, sistem ini pun menjelaskan mengapa makhluk hidup semuanya memiliki kesamaan molekul dan biokimia, tetapi berbeda-beda dalam bentuk susunan dan fungsinya pada setiap makhluk hidup. Jadi pada dasarnya, klasifikasi sistem filogenetik disusun berdasarkan persamaan fenotip yang mengacu pada sifat-sifat bentuk luar, faal, tingkah laku yang dapat diamati, dan pewarisan keturunan yang mengacu pada hubungan evolusioner sejak jenis nenek moyang hingga cabang-cabang keturunannya.
G. LANGKAH-LANGKAH KLASIFIKASI
Beberapa ahli biologi telah mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan sifat atau karakteristiknya, sehingga kadang ada perbedaan dalam pengelompokan makhluk hidup tersebut. Langkah atau tahapan dalam klasifikasi makhluk hidup antara lain : Pencandraan atau Identifikasi Identifikasi mahluk hidup berarti suatu usaha menemukan identitas suatu mahluk hidup. Identifikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. cara yang paling pouler yakni dengan membandingkan tumbuhan / hewan yang ingin diketahui dengan gambar didalam buku atau antara tumbuhan dengan material herbarium yang sudah diketahui identitasnya. Identifikasi pada hewan dapat dilihat melalui bagian tubuh yang menunjukkan sifat – sifat khusus penunjuk adanya keanekaragam morfologis, antara lain: susunan kulit dan modifikasinya, susunan alat gerak, susunan bagian – bagian tubuh (kepala – badan – ekor) dan modifikasi hubungannya, susunan endoskeleton , susunan gigi, lubang hidung, susunan alat pendengaran bagian luar, susunan mata, dan lain – lain. Identifikasi pada tumbuhan dapat dilakukan dengan melihat bagian tubuh tumbuhan yang dapat dipergunakan sebagai penunjuk adanya keanekaragaman tumbuhan, misalnya sifat – sifat morfologi yang ditampakkan oleh: 1. Daun (tata daun , bentuk daun , bentuk tepi daun, pangkal dan ujung daun, pertulangan daun, sifat – sifat permukaan daun). 2. Bunga (Bagian – bagian bunga, Bagian organisasi bunga, Tata dan susunan bunga). 3. Buah, ranting, kulit batang, dan sifat akar tumbuhan. Tujuan dari identifikasi ini antara lain : untuk mengetahui ciri-ciri yang ada, mengetahui kedudukan taksonnya, dan mengetahui nama jenisnya (species). Pada umumnya cara yang digunakan dalam identifikasi adalah dengan menggunakan kunci dikotomis atau kunci determinasi. Contoh Kunci Dikotomis sederhana :
Kunci determinasi merupakan ciri-ciri makhluk hidup yang disusun dikotomis dan sistematis untuk  merunut tingkatan takson suatu jenis makhluk hidup.
Contoh kunci determinasi sederhana untuk menemukan nama Familia suatu jenis makhluk hidup adalah seperti di bawah ini :
1.  a.  Tumbuhan tidak dengan bunga sejati………………………………………………2
     b.  Tumbuhan dengan bunga sejati, sedikitnya dengan benang sari dan atau
           putik;………………………………………………………………………………………………3
2.  a.  Tumbuhan berspora, tidak mempunyai akar sempurna, berdaun warna           hijau, tumbuh ditempat lembab…………………………………………. BRIOFITA.      b.  Tumbuhan menghasilan spora, mempunyai akar serabut, warna daun           hijau, daun muda menggulung ……………………………………..PTERIDOFITA.
3.  a.  Tumbuhan dengan bunga tidak lengkap, tidak nampak mahkota yang jenis,           umumnya berbentuk pohon bercabang dan bertambah besar, bijinya            tampak dari luar …………………………………………………GYMNOSPERMAE.
  1. Tumbuhan dengan bunga lengkap, mempunyai putik, benang sari dan
 mahkota bunga walaupun kecil……………………………………………………….4
4    a.  Tumbuhan hidup di darat, berakar serabut, berdaun tunggal atau majemuk,           dengan mahkota bunga kecil yang tidak berwarna dan tidak menghasilkan           bau………………………………………………………………………………………….5        b. Tumbuhan berakar tunggang, hidup di darat, batangnya bertambah besar dengan mahkota bunga yang jelas…………………………………………………..6
5.  a.  Tumbuhan berdaun tunggal, tulang daun melengkung atau sejajar,           hidupnya berumpun, mempunyai bunga jantan dan betina dalam satu           pohon yang tempatnya terpisan…………………………………………POACEAE      b.  Tumbuhan berdaun majemuk dengan tulang daun sejajar, pohonnya             besar, pada bunga terdapat seludang (tidak dilanjutkan).
6.  a.  Tumbuhan berkeping dua, mempunyai daun tunggal dengan tulang daun             menyirip atau menjari dan batangnya bercabang………………………………. 7      b.  Tumbuhan berkeping dua, dengan daun majemuk,……………………………..8
7.  a.  Tumbuhan berdaun tunggal, tepi daun beringgit, tulang daun  menyirip.           Batang bercabang dan berkayu, pada kulit batangnya  mengandung           semacam serat yang kuat, mahkota bunga berjumlah lima /kelipatannya,           benang sari atau putik berjumlah 4, 5 atau kelipatannya…….. MALVACEAE      b.  Tumbuhan berdaun tunggal dengan tulang daun menjari, batang tidak
          berkayu dan kemungkinan bagian dalam batang berlubang……………… CARICACEAE
8.  a.  Tumbuhan berdaun majemuk, berbatang semak atau berbentuk pohon, berbunga            bongkol (letak bunga membentuk rangkaian bulat seperti bola)………..MIMOCACEAE      b.  Tumbuhan tidak demikian …………………………………………………………………………..9
9.  a.  Tumbuhan berdaun majemuk menyirip ganda rangkap dua, batang bercabang           terdapat duri, berbunga majemuk tersusun malai ……………………CAESALPINIACEAE
  1. Tumbuhan tidak demikian………………………………………………………………………….10
Penggunaan kunci determinasi di atas adalah dengan mencocokan ciri-ciri tumbuhan yang diamati dengan ciri pada kunci determinasi,  mulai dari nomor satu dan seterusnya sampai ditemukan nama familia tumbuhan tersebut. Misalnya ciri tumbuhan yang diamti sesuai dengan ciri nomor 1.a pada kunci determinasi,  maka dilanjutkan ke nomor 2. Apabila ciri tumbuhan yang yang diamti sesuai dengan ciri nomor 2.a pada kunci determinasi, berarti tumbuhan yang diamati termasuk Briofita.

UJI KOMPETENSI

Pilih satu jawaban yang paling tepat !

 

1. Makhluk hidup yang mempunyai kekerabatan dekat adalah yang memiliki ….
a. persamaan dalam pemanfaatannya
b. banyak persamaan ciri-ciri
c. sedikit persamaan ciri-ciri
d. tidak memiliki persamaan ciri-ciri
e. banyak perbedaan

2. Pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan disebut ….
a. klasifikasi
b. sistematika
c. taksonomi
d. takson
e. anatomi

3. Tujuan ilmuwan mengklasifikasikan makhluk hidup adalah sebagai berikut, kecuali ….
a. untuk pelestarian makhluk hidup
b. untuk memudahkan dalam mempelajarinya
c. untuk memudahkan dalam mengenalinya
d. untuk menentukan kedudukannya dalam takson

4. Sistem klasifikasi yang didasarkan pada kesamaan struktur, morfologi, anatomi,
fisiologi dan struktur alat reproduksinya adalah sistem klasifikasi ….
a. alami                                d. konvergen
b. buatan                              e. divergen
c. filogenik

5. Tabel karakteristik kingdom

Berdasarkan karakterisitik yang dimiliki, organisme A dalam klasifikasi termasuk dalam kelompok kingdom …
a. monera
b. protista
c. fungi
d. plantae
e. animalia

6. Urutan takson dalam klasifikasi hewan dari takson yang terkecil hingga ke takson
yang terbesar adalah ….
a. species-genus-familia-ordo-classis-phyllum
b. species-ordo-genus-familia-classis-phyllum
c. species-familia-genus-ordo-classis-phyllum
d. classis-phyllum-ordo-familia-genus-species
e. classis-phyllum-familia-ordo-genus-species

7. Di dalam sistem klasifikasi, Solanum tuberosum dan Solanum lycopersicum
termasuk ke dalam satu takson, yaitu pada tingkat ….
a. classis
b. ordo
c. familia
d. genus
e. species

8. Berdasarkan system tata nama ganda (Binomial nomenclature) , cara penulisan yang benar untuk nama jenis kelapa adalah …………………………
a. Cocos nucifera
b. Cocos Nucufera
c. cocos Nucifera
d. cocos nucifera
e. COCOS NUCIFERA

9. Zea mays adalah nama ilmiah tanaman jagung. Kata Zea pada nama ilmiah tersebut menunjukkan …………….
a. familia
b. kelas
c. bangsa
d. genus
e. spesies

10. Berikut adalah nama ilmiah beberapa makhluk hidup yang tterdapat disekitar kita :

1. Curcuma domestica
2. Musa texstilis
3. Musa paradisiaca
4. Felix domestica

Berdasarkan nama ilmiahnya, manakah yang paling dekat kekerabatannya ?
a. 1dan  2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 3 dan 4
e. 1 dan 4

11. Jika kamu seorang ahli klasifikasi dan menemukan organisme yang memiliki
ciri-ciri, termasuk organisme multiseluler, tidak dapat berfotosintesis, memperoleh makanan dengan menyerapnya dari lingkungan, terdiri dari sel eukariotik dan memiliki dinding sel. Ke dalam kingdom manakah kamu akan mengklasifikasikan organisme tersebut?

a. Kingdom animalia             d. Kingdom monera

b. Kingdom protista              e. Kingdom fungi

c. Kingdom plantae

12.  Pernyataan tentang pengelompokkan makhluk hidup.

1. memudahkan pengenalan
2. memudahkan penyimpanan
3. membuat lebih teratur dan rapi
4. Memudahkan pencarian
5. Membuat beragam bentuk baru

Manfaat yang diperoleh dengan melakukan klasifikasi adalah ….

a. 1 – 3 – 5
b. 2 – 4 – 5
c. 1 – 3 – 4
d. 2 – 3 – 5
e. 1 – 2 – 3

13. Dari nama ilmiah di bawah ini yang termasuk ke dalam nama suku adalah
a. solanaceae                    d. equisetinae
b. pandanales                    e. selaginales
c. solanum

14. Dalam klasifikasi jeruk bali (Citrus maxima), jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan jeruk keprok Citrus nobilis), termasuk dalam satu kelompok yaitu pada tingkat ……..
a. kelas
b. ordo
c. familia
d. genus.
e. spesies

15. Ciri-ciri arthropoda antara lain :

1) kepala dada bersatu, perut terpisah
2) tubuhnya ditutupi kerangka luar
3) kaki hanya pada segmen dada saja, berjumlah 4 pasang
4) sayap berpasangan pada ruas dada
5) matanya merupakan mata facet

Ciri-ciri yang dimiliki oleh insekta adalah ……..
a. 1, 2 dan 3
b. 1, 2 dan 4
c. 2, 3 dan 4
d. 2, 3 dan 5
e. 2, 4 dan 5

16. Kucing, anjing dan harimau memiliki kesamaan antara lain struktur gigi dan jenis makanannya. Oleh karena itu, hewan tersebut dikelompokkan dalam satu takson yang sama, yaitu .

a.  filum
b.  kelas
c. ordo
d. famili
e. genus

17. Perhatikan nama-nama tumbuhan polong-polongan berikut!

1). Kacang buncis (Glycine soja)

2). Kacang panjang (Vigna sinensis)

3. Pete cina (Leucaena glauca)

4). Kacang hijau (Phaseolus radiatus)

5). Kacang kapri (Pisum sativum)

Dalam klasifikasi tumbuhan, kelima tumbuhan tersebut memiliki tingkat takson ….

a. kelas sama dan famili berbeda

b. kelas berbeda dan famili sama

c. genus sama dan spesies berbeda

d. famili berbeda dan spesies sama

e. famili sama dan genus berbeda

18. Kelompok hewan yang merupakan tingkatan satu jenis adalah…..

a. Kambing, sapi, kerbau

b. Ayam horn, ayam kate, ayam walnut

c. Ayam horn, angsa, burung pelikan

d. Ayam horn, tikus, kambing

e. Kucing, anjing, tikus

19. Kucing, anjing, dan harimau memiliki kesamaan antara lain struktur gigi dan jenis makanannya.Oleh karena itu, hewan tersebut dikelompokkan dalam satu takson yang sama, yaitu………

a. filum

b. kelas

c. ordo

d. familia

e. genus

20.Pada pasangan tanaman di bawah ini, manakah yang paling banyak memiliki kesamaan ciri ….

a. Citrus nobilis dan Citrus maxima
b. Citrus maxima dan Shorgum vulgare
c. Citrus nobilis dan Citrullus vulgaris
d. Shorghum vulgare dan Phaseolus vulgaris
e. Citrullus vulgaris dan Phaseolus vulgaris

6 thoughts on “2. Klasifikasi Makhluk Hidup ( X )

  1. Ping balik: 2. Klasifikasi Makhluk Hidup ( X ) | MTs Negeri Pantar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s